Pojok Dekan

Hijrah

Salam. Di antara ayat al-Qur’an yang dapat dikaitkan dengan hijrah adalah 15:18 وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ (hendaklah setiap diri merenungkan/mengevaluasi apa yang telah berlalu...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

PUI : Latar Belakang & Perkembangannya (1911-2011)

Disertasi ini berisi uraian tentang Latar Belakang dan Perkembangan Persatuan Ummat Islam dari 1911-2011. Ketertarikan Promovendus untuk meneliti Persatuan Ummat Islam, karena beberapa alasan:
1. Proses Kelahiran Persatuan Ummat...

Arsip
Aktivitas Dosen

Deni Miharja : Pegiat Budaya Lokal

Dr. Deni Miharja, M.Ag., kelahiran Ciamis Jawa Barat pada tanggal 25 Agustus 1977 merupakan dosen pengampu Studi Budaya Lokal pada Jurusan Perbandingan Agama (PA) Fakultas Ushuluddin UIN SGD
Bandung sejak tahun 2005 sampai...

Arsip

Alumni TH Jadi Ketua Prodi Ilmu Al-Quran & Tafsir di STAI
Update: Senin, 8-APR-2013

Bagi mamat Muhamad Bajri, awalnya tidak ada keinginan untuk melanjutkan Studi ke Perguruan Tinggi. Namun berkat dorong spiritual dari seorang ibu, akhirnya beliau bisa melanjutkan kuliah di Jurusan Tafsir Hadist (TH) Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, pada tahun 2000, dan ini merupakan anugrah yang luar biasa, karena dengan memasuki Jurusan TH, beliau bisa memahami cakrawala berfikir kritis dan progresif dan mendapatkan ilmu yang banyak terutama yang berkaitan dengan metodologi tafsir dari para pakar tafsir dari mulai yang klasik dan modern, dan ini merupakan berkah tersendiri, sehingga beliau menjadi sering untuk terus menelaah perkembangan tafsir hadist dari waktu ke waktu.

Anak muda yang penuh energis ini pernah ditawari jadi staf ahli Dewan di DPRD Purwakarta. Namun beliau tidak siap, karena akan menyita banyak waktu, sehingga beliau memutuskan untuk terus konsentrasi di bidang akademik dan penelitian untuk terus memberikan dialektika pencerahan kepada masyarakat banyak. Walaupun secara finansial tidak menjanjikan, tapi beliau merasa senang mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan.

Padahal usia pemuda kelahiran Purwakarta, keturunan Arab itu baru 29 tahunan. Namun capaian karirnya sudah cukup hebat dan matang. Berkah silaturrahmi dan relasi yang luas membuatnya bisa berkenalan dengan orang orang yang sukses secara akademik, sehingga beliau bisa banyak belajar dari mereka dan sekarang beliau menjadi Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir STAI Al-Muhajirin Purwakarta.

“Sewaktu kuliah tahun 2000 sampai 2007, saya rajin berorganisasi, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, yang jelas saya banyak melakukan kerja intelektual yang sering memeras otak dan tenaga, tapi saya menjalaninya dengan santai dan alhamdulilah diberikan kemudahan oleh Allah SWT dan tak luput dari doa orang tua terutama seorang Ibu, yang setiap hari tanpa lelah dan pamrih sering mendoakan saya agar bisa mendapatkan kesuksesan dan kebahagian dunia dan akhirat. Bahkan pernah aktif di organisasi HMI, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan berbagai organisasi lain seperti organisasi daerah yang menjadi Ketua Umum. Di sana lah saya berkenalan dengan orang cerdas dan hebat, membuat motivasi untuk maju sangat kuat. Pokoknya asal mau belajar dan dalam hidup ini jangan pernah pesimis,” tegasnya.

Pilihannya untuk kuliah di Jurusan TH membuat dirinya bisa berinteraksi dengan para pakar tafsir dan hadist, bahkan sering melakukan interaksi dengan orang orang yang berbeda paham, ideologi bahkan sampai ke Timur Tengah. Wawasan menjadi luas dan pilihan profesi menjadi terbuka. “S-2 saya di UIN Bandung dengan mengambil Jurusan Studi Masyarakat Islam dengan beasiswa dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Menarik dan disitulah proses pembelajaran itu dilakukan senyatanya,” ujarnya.

Sebagai Alumin TH, banyak ilmu yang saya dapatkan dan pekerjaan mulia yang bisa dilakukan, karena di jurusan TH bukan hanya Studi Tafsir saja, “banyak mahasiswanya, belajar Metodologi Tafsir dari para pakarnya, bahkan saya pernah menjadi konsultan researcher bidang pendidikan, agama dan sosial, di daerah Purwakarta dan Jakarta, bahkan sekarang menjadi konsultan untuk mahasiswa Thailand Patani yang sedang melanjutkan kuliah di Bandung, Jakarta dan Jogjakarta,” jelasnya.

“Yang penting, wawasan dan pengetahuan terus diperdalam membuka cakrawala dan wawasan kita agar bisa terus maju dan bangkit demi cita cita kemajuan peradaban Islam. Fokus lah pada target dan selalu berusaha keras mencapai cita-cita mulia ini, karena ilmu Allah begitu luas di alam semesta ini,” tegas pria yang murah senyum ini yang akan melanjutkan Program Doktornya di International Islamic University of Malaysia

Lahir di daerah Purwakarta, membuat Bajri, demikian Mamat Muhammad Bajri sering dipanggil, mengaku pernah merasakan sulitnya meraih pendidikan, karena sekolahnya agak jauh, dan membuat dirinya kadang-kadang suka minder, tapi hal itu bisa hilang dengan diberikannya semangat oleh orang tua terutama ibunya.

“Saya orang yang dilahirkan bukan dari kalangan pendidik, sehingga pernah ditanya oleh seorang pimpinan Kampus, Pak Bajri bukankah keturunan Arab banyak yang berwiraswasta, kok anda terjun didunia pendidkan, merasakan keterbatasan akses pendidikan dan berbagai hal. Namun semangat untuk maju membuat segalanya terasa mudah,” kenangnya.

Menjadi Ketua Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STAI Al-Muhajirin Purwakarta, Bajri mengaku tidaklah disengaja.Dia dipilih oleh Senat Yayasan Al-Muhajirin untuk mengelola Jurusan TH yang baru berumur 6 tahun, tapi dengan berat hati, Bajri menerimanya dengan penuh tanggung jawab, karena dia berpedoman, bahwa setiap amanah kelak akan diminta pertanggungjawabanya, dan diakhirnya perbincangan dia meminta semua pihak untuk mendoakan agar beliau bisa menjalankan amanah ini dengan baik sehingga Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STAI Al-Muhajirin Purwakarta bisa maju dan mampu melahirkan produser keilmuan yang bisa menguasai kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir ditengah dahsyatnya gelombang globalisasi, tegasnya. [Ibn Ghifarie]