Pojok Dekan

RAMADHAN DAN LIVING QUR’AN

GAIRAH membaca Alquran di bulan Ramadhan ini meningkat seiring dengan berbagai keutamaannya yang digembor-gemborkan para penceramah.Tidak ada bacaan paling sering dibaca di bulan suci ini yang melebihi Alquran. Bantuan teknologi...

Arsip
Pojok Pembantu Dekan

Biografi KH. Hasan Maolani

K.H. HASAN MAOLANI (1779-1874). Masyarakat setempat menyebutnya “eyang Manado,” karena di akhir hidupnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara oleh pemerintah Hindia Belanda. Hasan Maolani lahir di Lengkong, Garawangi,...

Arsip
Aktivitas Dosen

HARMONI KEBINEKAAN

Apabila bangsa ini tidak mampu mengelola kebhinnekaan dan membiarkan makin melebarnya keadilan sosial ekonomi, bukan tidak mungkin negara bernama Indonesia akan bubar di 2030. Sumbu ledaknya ada pada isu Suku, Agama, Ras dan Antar...

Arsip

INI KATA DEKAN USHULUDDIN TENTANG PROF AFIF MUHAMMAD, MA
Update: Jumat, 8-JUN-2018

USHULUDDIN NEWS - Terhitung sejak Mei 2018 lalu, Profesor DR H Afif Muhammad, MA salah seorang Guru Besar pada Fakultas Ushuluddin memasuki masa pensiun (Purna Bakti). Selasa 05/06/2018 lalu, digelar acara pelepasan Prof Afif yang dirangkai dengan acara Seminar Peningkatan Mutu Pembelajaran sekaligus Launching Buku Islam Moderat (Refleksi Pemikiran Prof Afif Muhammad) bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

 

Dalam sambutan dan testimoni terkait Prof Afif, Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof DR KH Rosihon Anwar, MA menegaskan segenap civitas akademika  Fakultas Ushuluddin bahkan UIN Bandung secara keseluruhan pantas merasa kehilangan. Betapa tidak, kata Rosihon, Prof Afif adalah orang yang pernah menjadi inspirator dalam dunia tulis-menulis di kalangan para dosen.

 

"Paling tidak, sayalah salah satu muridnya yang dibimbing dan didorong untuk mau membuat buku, artikel, dan berbagai bentuk karya tulis ilmiah lainnya," ujar Rosihon.

 

Dia menjelaskan, bimbingan dalam dunia tulis-menulis yang dilakukan Prof Afif berawal dengan mengajak menerjemahkan sejumlah buku berbahasa Arab dan Inggris. Dari situ, lanjutnya, Prof Afif kemudian mulai menginspirasi murid-muridnya agar mulai berani membuat karya tulis sendiri dan berani mempublikasikannya ke berbagai media.

 

"Jujur saja, saya mengikuti jejak dia dari mulai menerjemahkan buku-buku bahasa Arab dan Inggris. Dari kebiasaan itu, tidak terlalu sulit saya mulai berani membuat tulisan sendiri dan dipublikasikan di berbagai media," tandasnya. 

 

Sementara itu, Ahmad Setiadji, wartawan senior pada sebuah media cetak dibandung membenarkan apa yang disampaikan Dekan Ushuluddin. Bahkan menurut Aji panggilan akrabnya Prof Afif tidak saja pandai membuat berbagai karya tulis tapi sekaligus mempraktikan apa yang ditulisnya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Aji menulis testimoni tentang Prof Afif Muhammad dalam Harian Pikiran Rakyat edisi Kamis, 08/06/2018) dengan judul Cendekiawan Istiqomah, Tawaduk, dan Berhati Mekah. (nurholis)